Studi Genetika Kognisi Terbesar Libatkan 455 Ribu Orang, Temukan 550 Varian DNA
Tim Redaksi - NarasiBangsa

Jakarta - Studi genetika tentang kemampuan kognitif terbesar hingga saat ini telah dipublikasikan. Penelitian ini melibatkan hampir setengah juta orang keturunan Eropa dan memberi pemahaman baru tentang faktor genetik yang membentuk perbedaan kognitif.
Peneliti dari Wellcome Sanger Institute, Amsterdam University Medical Center, dan kolaboratornya memakai data UK Biobank. Mereka memperkirakan skor tes pemecahan masalah untuk peserta yang tidak pernah mengikuti tes tersebut, sehingga jumlah data naik dari sekitar 270.000 menjadi lebih dari 455.000 orang.
Baca juga: Ilmuwan Temukan Cara Bantu Tubuh Membersihkan "Sel Zombie" Penyebab Penuaan
Varian DNA bertambah 40 persen
Hasilnya, jumlah varian DNA umum yang terkait dengan perbedaan skor tes naik dari 390 menjadi 550, atau bertambah 40 persen. Studi ini juga mengaitkan sejumlah gen langka dengan perbedaan kognitif. Penelitian dipublikasikan di jurnal Nature Genetics pada 5 Oktober 2026.
Menurut peneliti, temuan ini membantu memahami bagaimana perubahan genetik memengaruhi kognisi dan bisa memberi petunjuk tentang kondisi perkembangan saraf.
Bukan alat ukur kecerdasan individu
Para peneliti menekankan bahwa hasil ini hanya untuk memahami kognisi di tingkat kelompok, bukan untuk memprediksi kemampuan seseorang. Skor perkiraan dalam studi ini juga tidak boleh disamakan dengan kecerdasan yang diukur langsung.
Mereka menegaskan bahwa pengukuran kognisi yang lebih baik dalam studi skala besar tetap menjadi cara paling kuat untuk riset selanjutnya. Faktor lingkungan, pendidikan, dan pengalaman hidup tetap berperan besar dalam kemampuan kognitif seseorang.


