Olahraga Rekreasi Tiga Kali Seminggu Bantu Kurangi Kecanduan Digital pada Anak
Tim Redaksi - NarasiBangsa

Jakarta - Orang tua yang khawatir anaknya terlalu lama menatap layar mungkin bisa mempertimbangkan cara sederhana: ajak berolahraga bersama secara rutin. Sebuah uji coba terkontrol acak menunjukkan olahraga rekreasi bisa membantu menurunkan tingkat kecanduan digital pada anak.
Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Frontiers in Psychology ini melibatkan 40 siswa sekolah menengah berusia 10-14 tahun, terdiri dari 20 anak perempuan dan 20 anak laki-laki. Mereka dibagi secara acak ke kelompok olahraga rekreasi dan kelompok kontrol.
Baca juga: Studi: Bermain Gim di Malam Hari Berkaitan dengan Tidur dan Pola Makan Remaja yang Lebih Buruk
Program delapan pekan
Kelompok olahraga mengikuti program selama 8 pekan, terdiri dari 2 pekan adaptasi dan 6 pekan program utama, dengan frekuensi tiga kali seminggu. Tingkat kecanduan digital dan kualitas tidur diukur sebelum program, setelah program, dan enam pekan sesudahnya.
Hasilnya, tingkat kecanduan digital pada kelompok olahraga turun signifikan setelah program dan tetap stabil saat pengukuran lanjutan. Kualitas tidur mereka juga membaik dan bertahan. Sementara itu, kelompok kontrol tidak menunjukkan perubahan berarti.
Skala kecil, arah menjanjikan
Jumlah peserta studi ini tergolong kecil, sehingga hasilnya perlu dikonfirmasi lewat penelitian yang lebih besar. Namun peneliti menilai program olahraga rekreasi terstruktur, misalnya di sekolah, berpotensi menjadi pendekatan yang efektif dan berkelanjutan.
Kuncinya ada pada keteraturan. Kegiatan yang menyenangkan dan dilakukan rutin cenderung lebih mudah dipertahankan anak dibanding larangan memakai gawai secara mendadak.


