Studi: Bermain Gim di Malam Hari Berkaitan dengan Tidur dan Pola Makan Remaja yang Lebih Buruk
Tim Redaksi - NarasiBangsa

Jakarta - Kapan anak bermain ternyata sama pentingnya dengan berapa lama ia bermain. Sebuah studi yang dipublikasikan di BMC Public Health pada 6 Oktober 2026 menemukan bermain di malam hari berkaitan dengan tidur dan pola makan remaja yang lebih buruk.
Studi ini melibatkan 640 remaja Swiss berusia 10-15 tahun yang mengisi kuesioner daring di sekolah pada musim gugur 2025. Peneliti membandingkan permainan digital dengan permainan analog, seperti permainan papan atau bermain di luar rumah.
Baca juga: Olahraga Rekreasi Tiga Kali Seminggu Bantu Kurangi Kecanduan Digital pada Anak
Digital vs analog
Dibanding permainan analog, permainan digital berkaitan dengan kebiasaan makan sehat yang lebih rendah serta kualitas dan durasi tidur yang lebih buruk. Namun tidak ditemukan kaitan yang signifikan antara permainan digital dan tingkat aktivitas fisik.
Temuan menariknya, waktu bermain di malam hari berkaitan dengan pola makan dan tidur yang lebih buruk, terlepas dari jenis permainannya. Sementara itu, bermain di luar ruangan berkaitan dengan aktivitas fisik yang lebih tinggi, juga terlepas dari jenis permainannya.
Atur jadwal, bukan sekadar membatasi
Peneliti menilai temuan ini menunjukkan pentingnya melihat permainan sebagai bagian dari rutinitas harian. Jumlah waktu bermain itu sendiri tidak terkait signifikan dengan gaya hidup, tetapi kapan dan di mana anak bermain ternyata berpengaruh.
Bagi orang tua, pendekatan praktisnya adalah mengatur jadwal. Misalnya, gim dimainkan sore hari, lalu dihentikan beberapa jam sebelum waktu tidur.

